Jamur Pada Kucing

Salah satu penyakit kucing yang cukup umum terjadi pada kucing yaitu Jamur.

Jamur dapat tumbuh pada beberapa bagian tubuh kucing mulai dari bagian telinga, tubuh, dagu, kulit dan lain sebagainya.

Sebagai salah satu hewan peliharaan yang sangat populer, perlu diketahui juga bagaimana cara merawatnya dengan baik.

Hal tersebut harus dilakukan karena kucing merupakan hewan yang sensitif dan mudah terserang penyakit.

Jenis Jamur di Tubuh Kucing

jenis jamur pada kucing

Agar dapat menghilangkan jamur pada kucing secara maksimal, perlu diketahui jenisnya terlebih dahulu.

Setiap jamur menyerang bagian tubuh yang berbeda, sehingga memerlukan cara penanganan yang berbeda. Berikut beberapa jenis jamur pada kucing:

  • Ringworm, jamur ini berbentuk lingkaran yang bisa tumbuh pada bagian telinga dan badan kucing.
  • Lice, jamur yang mengakibatkan kulit kucing menjadi sangat kering.
  • Yeast, infeksi jamur yang menyerang bagian telinga kucing.
  • Jerawat, jamur yang tumbuh pada bagian dagu kucing.
  • Stud tail adalah jamur yang mampu menyebabkan keluarnya minyak secara berlebihan dari bagian kulit kucing.
  • Scabies, perpaduan jamur dan tungau yang seringkali tumbuh pada bagian kepala kucing.
  • Ketombe merupakan jamur berwarna putih yang berukuran kecil seperti serbuk dan sering menyerang bagian tubuh kucing.
  • Allergic dermatitis merupakan jamur yang tumbuh dan berkembang akibat adanya reaksi alergi obat, makanan atau minuman yang dikonsumsi oleh kucing.
  • Pijal, jamur yang membuat kulit kucing terlihat berkerak.
  • Jamur rontok merupakan tungau yang mampu menyebabkan kerontokan pada bulu kucing.
  • Eosinophilic granuloma merupakan jenis jamur yang menyerang bagian mulut dan hidung kucing.

Penyebab Jamur pada Kucing

infeksi jamur pada kucing

Kesehatan hewan peliharaan tentu akan berpengaruh terhadap lingkungan dan juga kehidupan pemiliknya. Untuk itu ketika kucing terserang jamur, harus diketahui secara mendetail dari mana penyebabnya.

Dengan begitu cara penanganan yang dipilih juga bisa dilakukan secara tepat dan benar. Kucing harus divaksin agar tidak membawa penyakit bagi lingkungan sekitar.

Berikut beberapa penyebab timbulnya jamur pada kucing:

  • Jamur bisa ditularkan dari kucing lain. Untuk itu perhatikan kontak fisik yang dilakukan kucing, apakah bertemu dengan kucing lain yang memiliki penyakit atau tidak.
  • Faktor lingkungan dapat menjadi salah satu penyebab tumbuh jamur di bagian tubuh kucing. Tempat bermain merupakan lokasi yang harus sering dibersihkan agar terjamin kualitasnya.
  • Kondisi tempat tidur kucing yang kurang terawat dapat menyebabkan virus dan bakteri bersarang dan menjadi pemicu tumbuhnya jamur. Bersihkan tempat tidur kucing secara rutin agar kesehatannya dapat terjamin.
  • Jarang memandikan kucing juga dapat memicu tumbuhnya jamur. Meskipun kucing merupakan binatang yang bersih dan bisa mandi sendiri, namun terkadang kurang bersih. Untuk itu sebaiknya memandikan kucing secara teratur.
  • Bulu kucing yang terlalu tebal mampu menjadi sarang utama tumbuhnya jamur. Untuk itu pangkaslah bulu kucing secara rutin agar tetap halus dan dapat tumbuh dengan bersih.

Cara Menghilangkan Jamur pada Kucing

Terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan jamur pada kucing. Setelah mengetahui sumber penyebabnya, penanganan yang dilakukan bisa dipilih secara lebih tepat.

Dengan begitu jamur tidak akan menjadi masalah lagi bagi kucing peliharaan.

Simak caranya sebagai berikut.

1. Gunakan Shampo Anti Jamur

Gunakan shampo anti jamur

Memandikan kucing dengan menggunakan shampo yang mengandung ketoconazole dapat menghilangkan jamur secara lebih efektif.

Hal tersebut terjadi karena ketoconazole dapat bersifat anti jamur dan bisa memberantas jamur hingga ke akar.

Gunakan shampo tersebut 2x dalam seminggu untuk hasil yang lebih maksimal.

Terdapat beberapa referensi shampo memiliki kandungan ketoconazole seperti Chlorhexidine, Malaseb dan lain sebagainya.

2. Belerang

Belerang

Salah satu cara alami yang bisa digunakan untuk menghilangkan jamur adalah dengan menggunakan belerang. Gunakan belerang yang memiliki kandungan sekitar 0.5% – 5%.

Cara pengaplikasiannya sangatlah mudah, gunakan belerang seperti menggunakan shampo. Namun penggunaan belerang mampu memberikan efek samping seperti penurunan nafsu makan.

3. Mencukur Bulu Kucing

Mencukur bulu kucing

Jamur mulai tumbuh pada tubuh kucing pada lapisan kulit yang terdapat paling luar. Untuk itu cara terbaik mengatasinya adalah mencukur bulu yang mulai ditumbuhi jamur sebelum memandikannya.

Selain itu bulu kucing yang terlalu tebal juga dapat menghambat proses penyembuhan ruam yang disebabkan oleh infeksi jamur, karena kondisinya cenderung basah dan tertutup bulu.

4. Karantina Kucing

Karantina kucing

Langkah pertama yang harus dilakukan ketika kucing terinfeksi adalah dengan karantina. Hal tersebut dilakukan agar kondisi kucing bisa langsung diobservasi dan ditangani dengan baik.

Pisahkan kucing di kandang sendiri sementara agar tidak menularkan jamur ke hewan peliharaan yang lainnya maupun pada lingkungan.

5. Perhatikan Reaksi Kucing

Perhatikan reaksi kucing

Setiap kucing akan memiliki reaksi terhadap obat-obatan secara berbeda. Untuk itu dalam masa pengobatan, reaksi yang diberikan oleh kucing juga akan berbeda.

Untuk kucing yang bergerak aktif, biasanya akan terlihat lebih murung dan diam ketika dalam masa pengobatan.

Sedangkan kucing yang memang dasarnya pendiam akan lebih sulit dideteksi bagaimana reaksinya terhadap obat.

Salah satu tanda obat bekerja dengan baik adalah melihat reaksi pada bagian gusi dan mulut kucing, apakah sudah berwarna dan tidak pucat lagi atau belum.

Selain itu perhatikan juga bagian kuping kucing, apakah terasa hangat atau tidak. Jika telah kembali normal, artinya obat bekerja dengan baik pada kucing.

6. Gunakan Obat Cair Anti Jamur

Gunakan obat cair anti jamur

Salah satu obat terbaik untuk mengatasi jamur pada tubuh kucing adalah Virbac Wound Gard (VWG).

Ini merupakan salah satu obat berbentuk cair yang bersifat anti jamur sehingga mampu membunuh bakteri yang mengganggu kulit kucing.

Cara pemakaiannya sangat mudah, yaitu disemprotkan langsung ke bagian tubuh kucing yang berjamur. Selain itu, obat ini juga dapat berfungsi sebagai sarana pemberantas kutu yang sangat efektif.

7. Antibiotik

Antibiotik

Memberikan obat antibiotik kepada kucing memang tidak bisa langsung membasmi jamur yang tumbuh pada tubuhnya. Namun obat tersebut dapat bekerja sebagai pelindung bagi tubuh kucing.

Antibiotik membuat pertumbuhan jamur dapat terhambat sehingga lama kelamaan akan hilang. Kucing yang diberikan antibiotik akan memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat dan tidak mudah terserang jamur.

8. Bawa ke Dokter

mengatasi jamur pada kucing pergi ke dokter

Jika semua cara sederhana untuk menghilangkan jamur tidak juga mempan, cara terakhir yang bisa dilakukan adalah membawa kucing ke dokter hewan. Dengan begitu penanganan akan langsung dilakukan oleh ahlinya.

Jamur yang tumbuh pada tubuh kucing tidak boleh dibiarkan terlalu lama karena dapat memicu berbagai jenis penyakit seperti radang pernafasan hingga penyakit kulit.

9. Gunakan Bedak Anti Jamur

Gunakan bedak anti jamur

Obat untuk menghilangkan jamur yang paling efektif adalah bedak. Jenis bedak anti jamur ini sangat mudah ditemukan di berbagai toko hewan. Cara penggunaannya sangat simple, cukup ditaburkan ke bagian tubuh kucing yang berjamur.

Secara bertahap jamur akan mulai hilang dan tidak akan merambat ke bagian tubuh yang lainnya. Gunakan tabung pelindung kepala agar kucing tidak menjilat bedak.

Dengan memahami jenis, penyebab, dan cara menghilangkan jamur pada kucing, kesehatan hewan peliharaan dapat lebih terjamin.

Kondisi tersebut akan membuat pemilik lebih nyaman dan bahagia memiliki kucing peliharaan yang aktif dan bersih.

Leave a Comment