Ikan Pemakan Lumut

Banyak dari kalian yang mungkin memiliki akuarium penuh dengan lumut yang sangat mengganggu keindahannya ketika dilihat. Namun kalian tidak usah khawatir, karena banyak ikan pemakan lumut yang dapat kalian tambahkan ke dalam akuarium.

Cara tersebut adalah cara paling ampuh membersihkan akuarium dari lumut dan kotoran. Karena jika kita membersihkan secara manual pasti akan sangat memakan waktu dan menguras tenaga kita.

Tidak semua ikan dapat membersihkan akuarium dari lumut, hanya jenis ikan pembersih kaca dan kotoran akuarium saja yang dapat melakukannya.

Beberapa jenis ikan tersebut adalah Ikan OTO, Ikan Corydoras, Ikan CAE, Ikan SAE, Ikan Pleco, Ikan Brushmouth, Ikan Siamese Flying Fox, dan masih banyak lagi jenisnya.

Berikut adalah jenis – jenis ikan pemakan lumut yang mungkin kalian butuhkan untuk mempercantik tampilan akuarium kalian.

1. Otocinclus Affinis

Otocinclus Affinis

Harga: Rp30.000

Otocinclus Affinis memiliki nama lain oto atau dwarf sucker dan mamiliki nama latin otocinclus sp.

Ikan ini termasuk ke dalam ikan yang cinta damai, sehingga ikan ini dapat hidup dengan berbagai ikan hias akuarium lainnya.

Perawatan yang cukup sulit untuk ikan mungil berukuran 5 cm ini. Meskipun ukurannya kecil tapi ikan ini kecil – kecil cabai rawit, pasalnya ikan ini dapat memakan ganggang dengan jumlah yang cukup banyak.

Jika stok ganggang di dalam akuarium tampak berkurang atau habis, maka kalian harus peka untuk segera menambah vegetasi lain seperti zucchini.

Dengan demikian ikan ini dapat dengan tangkas membersihkan akuarium dari kotoran membandel dan hidup di dalamnya, tentu ikan ini sangat direkomendasikan sebagai pembersih akuarium.

Ganggang kesukaan ikan ini adalah ganggang hijau lumut dan cokelat. Ikan ini akan lebih nyaman berada di dalam akuarium berukuran minimal 115 liter lengkap dengan kayu apung dan serasa daunnya.

Peliharalah Otocinclus Affinis minimal 5 ekor, pasalnya ikan ini hidup secara berkelompok.

2. Molly

Molly

Harga: Rp5.000

Ikan molly memiliki nama latin poecilia sphenops. Ikan ini dapat menyesuaikan diri dengan angelfish, ikan platy, swordtail, tetra dengan ukuran lebih besar, dan corydoras catfish.

Ikan ini berukuran 5 – 10 cm yang termasuk ke dalam ikan pemakan ganggang yang dinilai konsisten dan efektif dalam membersihkan ganggang di dalam akuarium.

Mereka akan semangat melahap ganggang yang terdapat pada batu dan tanaman hidup.

Meskipun demikian ikan ini tidak bisa dijadikan sebagai andalan untuk membersihkan akuarium dari ganggang. Namun mereka banyak di cari konsumen karena tampilannya yang menawan.

Ikan ini akan lebih nyaman berada di dalam akuarium berkapasitas minimal 75 liter lengkap dengan batu dan tanaman hidup yang terdapat ganggangnya.

3. Platy

Platy

Harga: Rp15.000

Ikan Platy sama seperti ikan molly yang merupakan hewan omnivora yang dapat memakan apa saja termasuk tanin, alga, atau lumut.

Dengan sifatnya yang pendiam alias tidak agresif maka ikan ini juga dapat beradaptasi dengan berbagai jenis ikan hias lainnya, asalkan bukan ikan jenis cichlid.

Banyak peminat yang ingin memelihara ikan platy di akuarium atau aquascape mereka. Pasalnya warna tubuh ikan platy yang indah dan unik.

4. Chinesse Algae Eater

Chinesse Algae Eater

Harga: Rp10.000

Ikan CAE atau Chinese Algae Eater juga dapat disebut sebagai Lemon Algae Eater karena warna ikan pemakan lumut ini kuning seperti lemon.

Ikan ini termasuk ke dalam ikan pemakan tumbuhan atau herbivora yang biasa memakan lumut atau ganggang.

Ikan ini hanya akan memakan lumut ketika masih kecil saja, bahkan CAE ini dapat sangat efektif untuk membersihkan lumut.

Namun ketika sudah besar ikan ini akan berhenti memakan lumut dan bersifat agresif yang dapat menganggu ikan yang lainnya. Jadi pisahkan ikan CAE dari ikan – ikan lain.

Ukuran ikan CAE bila di akuarium hanya dapat mencapai 10 – 15 cm saja, namun bila di alam liar ikan CAE ini dapat memiliki ukuran mencapai 25 cm.

5. Siamese Algae Eater

Siamese Algae Eater (SEA)

Harga: Rp6.000

Siamese Algae Eater atau ikan SAE memiliki nama lain selimang batu dan mamiliki nama latin crossocheilus oblongus.

Ikan ini merupakan ikan yang sangat populer digunakan sebagai ikan pembersih dan pemakan alga serta kotoran lain yang ada di dalam akuarium.

Ikan SAE termasuk ke dalam ikan yang tidak ribet, pasalnya selain memakan alga, ikan ini juga dapat menerima makanan lain seperti sayuran dan protein bahkan dapat memakan cacing pipih yang dapat mengganggu kesehatan ikan.

Ikan ini juga dapat hidup rukun dengan ikan hias kecil lainnya seperti tetra, barb, pleco, dan corydoras. Ukuran SAE ini dapat mencapai 15 – 16 cm dengan garis hitam horizontal dari insang sampai ekornya.

Baca juga: Ikan Hias Kecil

Motif garis dalam tubuhnya ini dapat memudar dengan sendirinya ketika ada yang mengganggu sang ikan agar keberadaannya dapat tersamarkan.

Dengan adanya motif tersebut ikan ini juga sering tertukar dengan Siamese Flying Fox dan False Siamenses.

6. Siamese Flying Fox

Siamese Flying Fox

Harga: Rp7.500

Siamese Flying Fox memiliki nama lain silimang batang dan mamiliki nama latin epalzeorhynchos kalopterus.

Ikan ini merupakan bagian dari famili Cyprinidae alias ikan mas yang hidup di air tawar dan banyak ditemukan di wilayah tropis seperti Asia Tenggara.

Perawatan yang cukup sederhana untuk ikan dengan tampilan menarik ini. Pasalnya ikan ini dapat memakan alga dari berbagai sumber seperti dari kaca, dekorasi, tanaman, dan sisa – sisa makanan.

Ikan ini juga dapat hidup rukun dengan ikan lain kecuali red tailed shark yang akan lebih nyaman berada di dalam akuarium berkapasitas minimal 75 liter.

7. Bristlenose Plecos

Bristlenose Plecos

Harga: Rp30.000

Bristlenose Plecos memiliki nama lain bristle nosed pleco, bristlenose catfish, bushynose catfish dan mamiliki nama latin ancistrus temminckii atau ancistrus sp.

Di Indonesia ikan iki disebut dengan nama ikan sapu – sapu.

Ikan ini sangat dikenal sebagai ikan pemakan alga, ganggang, dan kotoran dalam jumlah yang cukup banyak, bahkan kalian harus menambahkan pelet ganggang juga agar kebutuhan makannya benar – benar tercukupi.

Dengan demikian perawatan ikan ini tidak terlalu rumit.

Semakin tua ikan maka semaik tua juga warna dari ikan yang memiliki panjang 15 cm ini.

Sifat ikan ini sangat beragam, ada yang aktif dan ada juga yang pasif. Pastikan ikan ini tidak digabung dengan ikan kecil yang memiliki sifat sensitif terhadap lingkungan sekitar.

Namun ikan ini dapat digabung dengan ikan besar dan agresif.

8. Brushmouth

Brushmouth

Harga: Rp5.000

Ikan Brushmouth ini termasuk ke dalam jenis ikan pleco atau ikan sapu – sapu yang memiliki nama latin hypostemus plecotomus.

Brushmouth ini sangat efektif untuk menghilangkan lumut Green Spot meskipun tidak begitu agresif.

Selain termasuk ikan pemakan lumut yang bertemperamen rendah, ikan ini juga menghabiskan hidupnya dengan menempel pada kaca, tanaman, atau hardscape aquascape.

Ikan ini sangat mudah ditemukan di Indonesia.

9. Twig Catfish

Twig Catfish

Harga: Rp15.000

Twig Catfish memiliki nama lain whiptail catfish dan mamiliki nama latin farlowella acus.

Ikan ini lebih nyaman berada di akuarium yang banyak tempat berlindungnya dan tidak suka dengan keadaan air yang inkonsisten. Namun ikan ini juga tidak keberatan jika hidup di akuarium yang kecil.

Ikan ini menyukai segala jenis alga yang ada. Namun kebutuhan nutrisinya tidak hanya dari alga, kalian juga harus memberikan suplemen lain seperti tablet ganggang spirulina setiap 2 – 3 kali dalam seminggu.

Ukuran ikan ini dapat mencapai sekitar 20 cm dan bertubuh ramping dengan warna coklat yang kadang sukses untuk menyamarkan keberadaannya.

Ikan ini dapat hidup berdampingan dengan ikan lain yang cenderung jinak seperti tetra, hatchetfish, rasbora, dan ikan pensil. Jangan sampai mereka digabungkan dengan ikan barb dan siklid.

10. Corydoras

Corydoras

Harga: Rp45.000

Corydoras merupakan ikan pemakan lumut yang masih satu keluarga dengan ikan lele (subfamily Coradinae). Dalam bahasa Yunani Corydiras memiliki arti Cory artinya helm dan doras artinya kulit.

Habitat asli ikan ini adalah di Amerika Selatan.

Ikan ini berukuran kecil 120 mm saja sehingga mereka juga dapat hidup di dalam akuarium dengan memakan lumut, alga, dan sisa – sisa makanan dari ikan lain yang ada di dasar akuarium.

Dengan demikian, jadi Corydoras sangat cocok dijadikan sebagai ikan pembersih akuarium.

Memiliki karakter yang pendiam, ikan ini dapat hidup berdampingan dengan berbagai jenis ikan hias lainnya dan tidak akan mengganggu satu dengan yang lainnya.

Demikian yang dapat kami sampaikan mengenai beberapa jenis ikan pemakan lumut yang mungkin kalian butuhkan.

Semoga kalian dapat memilih ikan mana yang paling cocok dijadikan sebagai pembersih lumut di akuarium kalian. Terima kasih 🙂

One comment

Leave a Reply