Klasifikasi Kucing

Klasifikasi kucing dibedakan atas beberapa faktor sehingga membentuk beberapa kategori.

Jika dilihat sepintas mungkin semua kucing terlihat sama, namun jika diperhatikan secara jeli terdapat beberapa perbedaan yang membuat spesies ini terlihat unik dan berbeda.

Tak heran jika kucing merupakan hewan yang paling populer untuk dijadikan sebagai hewan peliharaan.

Selain menggemaskan, kucing memiliki kemampuan beradaptasi yang sangat bagus sehingga mampu membentuk ikatan emosional dengan pemiliknya.

Anatomi Kucing

anatomi kucing

Morfologi kucing

Kucing mempunyai bentuk yang beragam, tetapi rata-rata kucing mempunyai panjang tubuh sekitar 25-40cm tergantung jenisnya.

Warna kucing pun sangat beragam, mulai dari warna putih, coklat, hitam pekat, dan sebagainya.

Bulu-bulu yang dimiliki oleh kucing kadang juga sangat rentan sehingga kamu akan menemukan bulu kucing bisa di semua sisi rumah tempat kucing beraktivitas.

Kucing mempunyai khas yaitu kumis. Kumis ini terletak di bawah hidung dan kucing mempunyai sekitar 3-6 helai kumis yang mempunyai panjang rata-rata 1-1,5cm.

Fungsi dari kumis kucing yaitu sebagai alat penyaring kotoran agar tidak masuk ke hidung.

Ekor kucing juga unik, yaitu membulat dan memanjang. Panjang ekor kucing mulai dari 5-8cm.

Klasifikasi Kucing Berdasarkan Jenis

Berdasarkan jenisnya, kucing diklasifikasikan dalam beberapa jenis.

Setiap jenis memiliki bentuk fisik serta memiliki keistimewaan yang berbeda. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa banyak sekali orang yang suka memelihara kucing.

Berikut informasinya:

1. Munchkin

Munchkin

Munchkin merupakan kucing yang memiliki ukuran kaki mungil sebab bagian depannya terlihat lebih pendek dibandingkan dengan kaki bagian belakangnya.

Kucing ini memiliki ukuran tubuh yang mungil namun memiliki bulu yang sangat panjang dan lebat.

Berat kucing ini umumnya sekitar 4 kg. Ras kucing ini masih terbilang cukup baru dan saat pertama kali muncul kerap kali menyebabkan kontroversial.

Dahulu kucing ini dipandang memiliki kondisi kesehatan yang bisa membahayakan pemiliknya karena bentuk fisiknya yang berbeda.

Namun seiring zaman terbukti bahwa kucing ini cukup populer dan banyak disukai karena tingkahnya yang lucu serta aktif. Jenis kucing ini mudah beradaptasi dan terlihat sangat menggemaskan.

Baca juga: Harga Kucing Munchkin

2. Persia

klasifikasi kucing Persia

Jenis ras kucing ini tentu sudah tidak asing lagi bagi para pecinta hewan peliharaan.

Persia merupakan jenis hewan peliharaan yang paling populer dan banyak disukai. Sesuai dengan namanya, kucing ini datang dari Persia dan sudah populer sejak abad ke-17.

Bentuk fisiknya yang lucu dan menggemaskan membuat ras kucing ini masuk ke dalam kategori kucing yang paling populer kedua di Amerika Serikat. Persia memiliki bulu yang tebal dan panjang layaknya sebuah boneka.

Wajahnya yang bulat serta telinganya yang kecil menjadi ciri khas kucing yang satu ini. Persia dikenal sebagai kucing yang cenderung pemalas dan pemalu terutama terhadap orang asing.

Namun kucing ini memiliki kepribadian yang tenang dan mudah diatur oleh pemiliknya.

Baca: Harga Kucing Persia

3. Bengal

klasifikasi kucing bengal

Kucing yang satu ini sudah sangat populer dikalangan para desainer karena dianggap sangat eksotis.

Bengal memiliki tubuh yang cukup besar dan merupakan ras gabungan dari perkawinan kucing liar dengan kucing domestik.

Dengan adanya persilangan tersebut membuat kucing ini memiliki fisik yang unik dan tidak biasa. Bengal memiliki tubuh yang ramping dengan bulu resort sehingga penampilannya terlihat sangat elegan.

Kucing ini memiliki kebiasaan melompat dan memiliki gerakan yang aktif sehingga menyenangkan ketika diajak bermain.

Tak heran jika kucing ini banyak disukai oleh para pecinta hewan peliharaan dan suka di kembangbiakan dengan jenis yang lainnya.

Baca: Harga Kucing Bengal

4. Sphinx

Sphinx

Sphinx merupakan jenis kucing yang memiliki tampilan garang tanpa bulu.

Beberapa orang mungkin menganggap jenis kucing ini nampak agak aneh dan mengerikan karena tidak memiliki bulu.

Namun ada juga beberapa orang yang terpesona dengan penampilannya yang berbeda.

Jika diperhatikan dengan detail, sebenarnya kucing ini memiliki bulu namun sangat pendek. Bulunya biasa tersebar pada bagian telinga, ekor, kaki dan lain sebagainya.

Baca: Harga Kucing Sphynx

5. Maine Coon

Maine Coon

Maine Coon merupakan kucing yang memiliki berat hingga 8.2 kg sehingga terlihat raksasa. Kucing ini berasal dari Amerika Serikat dan merupakan jenis ras kucing tertua di negara tersebut.

Meskipun memiliki penampilan yang gahar dan besar, namun kucing ini memiliki sikap yang ramah dan lembut.

Maine Coon memiliki julukan sebagai pemburu yang hebat karena mudah dilatih dan memiliki fisik yang bugar dan sehat.

Hewan ini memiliki karakteristik yang periang dan menyenangkan sehingga mudah beradaptasi dengan hewan lainnya. Kucing ini mampu membentuk ikatan emosional yang erat bersama pemiliknya.

Baca: Harga Kucing Maine Coon

Klasifikasi Kucing Berdasarkan Nama Ilmiahnya

Bukan hanya berdasarkan jenis saja, namun klasifikasi kucing juga bisa dikategorikan berdasarkan kategori lainnya.

Kucing merupakan hewan yang paling populer dan seringkali dijadikan peliharaan. Spesies ini memiliki karakteristik yang cukup beragam dan menarik.

Hal inilah yang membuat klasifikasi kucing seiring perkembangan zaman semakin beragam.

Proses perkembangbiakan dilakukan untuk menghasilkan jenis baru.

Berikut beberapa jenis kucing berdasarkan nama ilmiahnya.

Klasifikasi IlmiahNama binominal
KelasMamalia
KerajaanAnimalia
GenusFelis
FamiliFelidae
SpesiesF.Silvestris
FilumChordata
OrdoKarnivora

1. Kelas: Mamalia

Kelas Mamalia

Dalam lingkup kelas, kucing termasuk dalam kategori mamalia dan hewan bertulang belakang.

Kucing betina disebut sebagai mamalia karena memiliki kelenjar susu yang mampu memproduksi susu di dalam tubuhnya dan bisa diberikan kepada anaknya.

Mamalia merupakan sebutan untuk hewan yang menyusui anaknya. Saat masih bayi, induk akan memberikan nutrisi kepada anaknya melalui susu yang diproduksinya.

2. Kerajaan: Animalia

Kerajaan Animalia

Kucing merupakan makhluk hidup yang termasuk dalam kingdom animalia.

Semua jenis hewan diklasifikasikan dan termasuk dalam kingdom animalia. Animalia merupakan organisme yang memiliki sel kompleks multiseluler.

3. Genus: Felis

klasifikasi kucing genus

Felis merupakan genus kucing dalam famili felidae. Anggota genus gelis kebanyakan terdiri dari kucing yang bertubuh kecil dengan karakteristik tertentu.

Dalam genus ini terdapat berbagai jenis ras kucing, mulai dari yang domestik hingga kucing liar.

Kucing terdiri dari berbagai ras yang memiliki keunikan berbeda.

Tidak heran jika hewan yang satu ini sering dikembangbiakan dengan cara perkawinan silang sehingga mampu menghasilkan ras baru yang lebih unik dan menawan.

4. Famili: Felidae

Famili Felidae

Berdasarkan klasifikasi familinya, kucing termasuk dalam felidae. Hewan yang termasuk dalam kategori karnivora umumnya masuk ke dalam famili tersebut.

Pengklasifikasian famili felidae bukan hanya melingkupi kucing kecil saja, namun beberapa spesies kucing besar seperti macan dan harimau juga termasuk dalam famili ini.

Famili ini sudah ditemukan sejak 40 tahun silam dan hingga sekarang sudah mengalami kepunahan yang cukup banyak.

5. Spesies: F.Silvestris

klasifikasi kucing felis silvestris

Dari segi spesies, kucing termasuk dalam felis silvestris. Setiap ras kucing memiliki karakteristik serta keunikannya sendiri-sendiri. Felis silvestris merupakan ras kucing liar yang biasanya hidup di lingkungan perumahan.

Kucing liar termasuk dalam spesies pemangsa yang berukuran kecil dan hidup secara bebas di berbagai lingkungan. Kucing ini memiliki kemampuan memanjat dan menangkap mangsa yang sangat baik.

6. Filum: Chordata

Filum Chordata

Filum chordata merupakan kelompok hewan yang di dalam termasuk hewan invertebrata dan vertebrata. Kucing termasuk dalam filum chordata karena termasuk dalam hewan vertebrata atau hewan yang memiliki tulang belakang.

7. Ordo: Karnivora

Ordo Karnivora

Klasifikasi kucing berdasarkan ordo dibedakan atas jenis makanan yang dikonsumsinya.

Kucing termasuk dalam ordo karnivora karena merupakan hewan pemakan daging. Aroma daging yang khas selalu mengundang minat kucing untuk memakannya.

Umumnya kucing bisa mencari makanannya sendiri di alam bebas, namun ada juga kucing yang dijadikan sebagai hewan peliharaan dan diberikan makanan khusus yang berbeda.

Jenis makanan yang biasa dikonsumsi kucing berupa ikan, daging, ayam dan lain sebagainya.

Mengenal beberapa klasifikasi kucing membuat wawasan serta pengetahuan bertambah luas.

Hal tersebut perlu diketahui sebagai bahan referensi, agar bisa mendapatkan pertimbangan terbaik untuk memilih hewan peliharaan yang sesuai dengan selera.

Fakta Ilmiah Kucing

1. Mendengkur adalah tanda kucing senang

Kucing merupakan satu-satunya hewan yang dapat mendengkur. Arti dengkuran kucing biasanya yaitu kucing merasa senang. Tetapi ada arti lain dari dengkuran kucing yaitu kucing sakit atau akan mati.

Dengkuran ini membuat kucing merasa nyaman dan mengurangi stres. Ketika akan melahirkan, kucing juga umumnya akan mendengkur.

2. Kucing gemar memijat

Kita bisa melihat dari perlakuan seekor anak kucing terhadap induknya, yaitu umumnya anak kucing yang sedang menyusui akan memijat perut induknya.

Mungkin itu bertujuan agar aliran susu keluar dengan lancar. Dan jika kucing memijat pemiliknya maka itu menandakan bahwa kucing merasa nyaman dan aman.

3. Kucing memiliki refleks untuk meluruskan tubuh

Refleks kucing untuk meluruskan tubuh terbilang unik, karena hampir semua ras asli kucing di dunia melakukan hal ini.

Mungkin yang dilakukan kucing tersebut yaitu stretching (pemanasan) sebelum dia melompat dan terjatuh.

Kucing bisa meluruskan badannya dengan sangat nyaman dan lurus, itu karena kucing mempunyai tulang selangka yang fungsional dan tulang punggung yang fleksibel.

Biasanya kemampuan ini timbul ketika kucing berusia 3-4 minggu dan akan sempurna saat usia 7 minggu.

4. Fungsi otot pada kulit kucing

Kucing mempunyai otot di bagian kulitnya dan itu berfungsi sebagai pelindung dari telur bakteri.

Otot kucing sangat peka terhadap sentuhan manusia. Di bagian lidah, terdapat bagian kecil yang berfungsi untuk membersihkan kulitnya dan dapat membuat bulu mati secara otomatis dari tubuhnya.

Untuk itulah kucing sering menjilati tubuhnya sendiri, itu artinya dia sedang cuci-cuci. Ada penelitian juga yang mengatakan bahwa tidak ditemukan microba dan kuman pada kucing. Sekian.

Leave a Reply