Ikan Air Payau

Share
Comment 3 reply
Ikan Air Payau

Untuk saat ini, ikan air payau dengan beragam jenis memang sudah banyak dibudidaya oleh para petani ikan.

Air Payau

air payau

Air payau yaitu campuran dari air tawar dan juga air laut, air payau bisa ditemukan di berbagai daerah muara yang dekat dengan pesisir.

Pada Perairan air payau memang dapat ditemukan banyak sekali biota yang ada di dalamnya.

Air tersebut dapat dimasukkan kedalam kategori air payau jika memenuhi beberapa syarat berikut:

  1. Memiliki kandungan garam sekitar 0,5 gram hingga 30 gram dalam satu liternya.
  2. Memiliki residance time yang lama.
  3. Memiliki arus dan juga sistem perairan yang tenang.
  4. Memiliki oksigen yang lebih rendah jika dibanding dengan oksigen dalam air mengalir.
  5. Terdapat stratifikasi suhu dan cahaya.

Beberapa tempat yang memiliki kandungan air payau di dalamnya yaitu Teluk Pantai, Muara Sungai, dan Rawa yang mengalami pasang surut.

Jenis Ikan Air Payau

Ikan air payau termasuk ke dalam kategori ikan yang cukup mudah untuk dibudidayakan.

Ikan air payau yang dibudidayakan biasanya yaitu dari jenis ikan konsumsi karena memiliki harga jual yang lumayan tinggi dan mengalami pertumbuhan yang cukup cepat.

Selain itu, permintaan ikan air payau untuk saat ini juga cukup tinggi sehingga menyebabkan orang semakin tertarik untuk membudidayakan ikan air payau.

1. Ikan Kerapu

Kerapu air payau

Ikan kerapu merupakan salah satu ikan konsumsi yang dinilai memiliki kualitas tinggi.

Namun untuk saat ini populasi ikan kerapu sudah mulai menurun karena banyaknya penangkapan.

Meski begitu, saat ini sudah ada beberapa orang yang peduli untuk membudidayakan ikan kerapu ini.

Kelangkaan tersebut mengakibatkan mahalnya harga jual dari ikan kerapu.

Baca juga: Ikan Pedang

Ikan kerapu dengan rasa yang begitu enak ini memang sangat unik, karena ikan ini mampu untuk hidup di air laut ataupun air tawar yang artinya ikan ini juga dapat hidup di air payau.

2. Kakap Putih

Kakap Putih

Ikan kakap putih merupakan salah satu ikan konsumsi yang digemari banyak masyarakat.

Ikan kakap putih ini dapat hidup di daerah subtropis maupun daerah tropis.

Ikan kakap putih terbesar dapat tumbuh hingga mencapai panjang 1,8 meter dan berat hingga 60 kg.

Yang menjadi salah satu keunikan ikan ini adalah dapat hidup di air laut bahkan di air payau.

Ikan ini termasuk kedalam golongan ikan karnivora, dimana ikan kakap putih sangat suka memangsa ikan lain yang memiliki ukuran lebih kecil terutama dari jenis udang-udangan.

Habitat asli ikan kakap putih yaitu berasal dari aliran sungai yang jernih, pantai berkarang, dan juga pantai mangrove.

3. Belanak

Belanak

Memang masih belum banyak masyarakat yang tau mengenai ikan belanak ini.

Padahal ikan belanak sendiri merupakan ikan konsumsi dengan kualitas baik yang memiliki berbagai kandungan yang bermanfaat di dalamnya.

Sekarang ini ikan belanak sudah banyak di budidayakan oleh para petani tambak di air payau.

Di habitat asli, kita dapat dengan mudah menjumpai ikan ini di berbagai daerah di pulau Kalimantan dan pulau Jawa.

Ikan belanak sebenarnya termasuk kedalam ikan laut subtropis dan tropis, ikan ini memiliki bentuk tubuh yang sangat mirip dengan bandeng.

Dalam dunia internasional, masyarakat luar biasa mengenal ikan belanak ini dengan nama blue spot mullet.

Yang membedakan bentuk tubuh dari ikan belanak dan bandeng yaitu bentuk tubuh belanak lebih terlihat pipih dan ramping.

4. Bandeng

Bandeng

Ikan bandeng di Indonesia memang menjadi salah satu ikan dengan peminat yang sangat tinggi.

Selain harganya yang cukup murah, ikan bandeng juga memiliki rasa yang tidak kalah lezat dengan jenis ikan lain yang memiliki harga jual lebih mahal.

Jika kita amati memang ikan bandeng rasanya lebih pas jika hidup di air laut.

Namun dalam kenyataannya, ikan ini dapat hidup dan tumbuh dengan baik di air payau.

Ikan bandeng juga dapat dikatakan sebagai salah satu jenis ikan air payau unggulan.

Meski hasil budidaya air payau tidak sebagus hasil budidaya pertambakan, namun dengan hasil tersebut setidaknya dapat memberikan keuntungan untuk pebisnis dalam bidang ini.

Budidaya ikan bandeng diprediksi akan tetap mengalami peningkatan dari tahun ke tahun karena memang peminatnya cukup besar dan kian banyak.

5. Bawal

Bawal

Pada dasarnya bawal memang merupakan jenis ikan air tawar, namun tidak jarang juga ikan ini dibudidayakan di air payau.

Selain dapat tumbuh besar dengan cepat, ikan bawal yang dibudidayakan di air payau juga ternyata memiliki rasa yang lebih gurih apabila dibandingkan dengan ikan bawal yang dibudidayakan di air tawar.

Ikan bawal sendiri dikenal dengan rasanya yang enak dan gurih. Hal tersebut yang membuat banyaknya peminat dari ikan bawal.

Ikan bawal sendiri sebenarnya masih satu keluarga dengan ikan Piranha yang berasal dari Amazon dan merupakan ikan predator atau karnivora.

6. Sidat

Sidat

Sidat merupakan ikan yang sangat mirip dengan belut dan dapat hidup di air tawar maupun air payau.

Hingga saat ini, permintaan pasar akan ikan sidat ini cukup tinggi dan terus meningkat baik di dalam negeri atau di luar negeri.

Akan tetapi, ikan sidat ini termasuk kedalam salah satu ikan yang sangat sulit untuk dibudidayakan, sehingga sampai saat ini masih banyak orang yang mencoba untuk membudidayakan ikan jenis ini.

Ikan sidat sendiri ternyata memiliki beberapa manfaat yang sangat penting bagi manusia, salah satunya adalah mencegah pengeroposan tulang.

7. Patin

Patin

Sudah bukan rahasia lagi jika ikan patin merupakan salah satu ikan dengan rasa yang sangat nikmat.

Harga ikan patin yang relatif tinggi ini menyebabkan orang berlomba-lomba untuk dapat membudidayakan ikan ini.

Ikan patin termasuk kedalam ikan dengan pertumbuhan yang cepat jika dibandingkan dengan jenis ikan lainnya.

Dengan ukurannya yang cukup besar ikan ini juga memiliki kualitas daging yang sangat bagus sehingga membuat ikan ini makin digemari para pecinta kuliner ikan.

8. Nila

Nila

Mungkin masih sedikit yang tahu bahwa ikan Nila dapat hidup dan bertumbuh dengan baik di air payau.

Mungkin hampir seluruh masyarakat dari berbagai lapisan mengetahui tentang jenis ikan yang satu ini.

Selain harga jualnya yang tidak terlalu mahal dan bisa dijangkau oleh berbagai kalangan, ikan nila ini juga memiliki rasa yang enak.

Baca juga: Ikan Air Tawar

Budidaya ikan nila sendiri juga tergolong sangat mudah, dengan begitu banyak petani yang membudidayakan ikan jenis ini dan menjualnya di pasaran.

9. Mujair

Mujair

Sama halnya dengan ikan Nila, ternyata ikan Mujair juga bisa hidup dan dibudidayakan di air payau.

Bahkan hasil budidaya ikan mujair di air payau bisa menghasilkan kualitas yang lebih bagus jika dibandingkan dengan budidaya ikan mujair di air tawar.

Ikan mujair memang menjadi salah satu ikan konsumsi favorit khususnya di Indonesia.

Cara Budidaya Ikan Air Payau

Hingga saat ini, budidaya ikan air payau terus berkembang dan diminati oleh banyak orang.

Hal tersebut karena keuntungan yang didapatkan dari budidaya ikan konsumsi air payau ini cukup besar dan menjanjikan.

Cara budidaya ikan air payau sebenarnya tidak jauh berbeda dengan budidaya ikan air tawar.

Yang membedakan hanyalah penggunaan air saja.

1. Pemilihan Lokasi Kolam

tanah lapang

Untuk kalian yang ingin mencoba budidaya ikan air payau, pertama tentu kalian harus memiliki lokasi kolam yang dekat dengan sumber air payau atau air asin seperti di dekat muara atau pantai.

Tujuannya tidak lain tidak bukan yaitu untuk mempermudah pengisian dan pergantian air kolam.

2. Pembuatan Kolam

kolam air payau

Setelah kalian memilih lokasi yang tepat, selanjutnya buat kolam sesuai dengan keinginan dan juga modal.

Kalian bisa membuat kolam permanen dengan menggunakan sistem cor, atau bisa juga dengan menggunakan terpal ataupun plastik.

Untuk ukuran kolam tersebut sebenarnya menyesuaikan kebutuhan dan luas tempat saja.

Yang paling penting adalah lebar kolam tersebut cukup untuk menampung benih ikan yang nantinya ditebar dan jangan sampai terlalu sempit.

Untuk kedalaman kolam sendiri sebaiknya lebih dari 1 meter, agar nantinya tinggi air dapat mencapai 1 meter.

Tinggi kolam air payau yang ideal yaitu 1,5 meter. Jangan buat kolam terlalu dangkal karena  akan mempersulit pertumbuhan plankton dan tentu saja membatasi ruang gerak ikan.

Jangan lupa juga untuk membuat saluran pembuangan air sebelum mencapai ke permukaan kolam.

Agar nantinya saat hujan tiba air tidak membludak ke luar kolam yang dapat mengakibatkan ikan juga ikut keluar.

3. Menyiapkan Air

budidaya ikan air payau

Setelah kolam siap untuk diisi air, selanjutnya isi air payau setinggi 15 cm hingga 30 cm terlebih dahulu.

Setelah itu olah air agar dipenuhi dengan mikroorganisme efective (penyubur) seperti plankton dengan cara sebagai berikut:

  1. Tambahkan larutan EM4 (Effective Microorganism 4) yang dicampur dengan gula lalu diamkan selama minimal 24 jam. Untuk 1 L cairan tersebut bisa di aplikasikan kedalam kolam dengan ukuran 3 m x 10 m x 1,5 m.
  2. Siramkan pupuk organik cair dengan ukuran 1 liter untuk kolam dengan ukuran 8 m x 10 m x 1,5 m.
  3. Taburkan Pupuk NPK secara merata ke semua bagian kolam.
  4. Diamkan selama minimal 7 hari hingga warna air berubah menjadi hijau jernih yang mana menandakan bahwa air tersebut memiliki kandungan microorganisme yang baik.

Setelah proses penyuburan air selesai, maka isi air hingga ketinggian 1 meter.

4. Masukkan Bibit Ikan Air Payau

bibit ikan air payau

Sebelumnya, lebih baik kalian membeli bibit dengan kualitas yang unggul, agar nantinya dapat berkembang biak dengan baik.

Untuk banyaknya benih tentu saja tergantung dengan ikan yang akan dipelihara, ukuran ikan, dan juga ukuran kolam.

Sebelum memasukkan benih ikan tersebut, sebaiknya benih yang masih di kantong plastik dibiarkan terapung terlebih dahulu di dalam kolam.

Tujuannya yaitu untuk menyamakan antara suhu air yang ada di dalam plastik dan juga suhu kolam.

Jika sudah cukup lama, perlahan buka kantong tersebut dan biarkan benih keluar dengan sendirinya.

Jangan beri pakan terlebih dahulu hingga 24 jam, setelah 24 jam baru kalian bisa memberinya makan.

5. Pemberian Pakan

pemberian pakan ikan

Untuk kolam air payau yang memanfaatkan aliran muara sungai atau rawa, biasanya makanan alami seperti plankton tersedia dalam jumlah yang cukup banyak.

Selain itu dengan kondisi air yang memiliki sirkulasi lancar maka microorganisme juga akan berkembang dengan baik.

Banyaknya pemberian makanan tentu saja disesuaikan dengan usia, besar kecilnya ikan, dan juga banyaknya ikan dalam kolam tersebut.

Biasanya, pada bulan pertama beri makan 5% dari berat badan ikan yang ada perharinya.

Selanjutnya pada bulan kedua berkurang menjadi 4% dari berat badan ikan hingga bulan ke 4 berkurang menjadi 3% berat ikan.

6. Mengatur Sirkulasi Air

kincir air kolam

Agar sirkulasi air dan juga oksigen yang dihasilkan merata,maka kalian perlu melakukan pengkinciran air sejak bibit berusia 2 minggu setelah penebaran.

Pengkinciran air setidaknya dilakukan 2 kali dalam sehari dengan durasi sekitar satu hingga dua jam.

7. Menjaga Kualitas Air

pergantian kolam air

Selain memperhatikan sirkulasi air, kalian juga harus selalu memperhatikan dan menjaga kualitas dan kedalaman air agar tetap stabil.

Untuk pergantian air biasanya dilakukan dalam waktu 3 atau 4 minggu sekali.

Hal tersebut dikarenakan air kolam bisa saja sudah keruh, berkurang kadar garamnya akibat air hujan, dan juga pH air yang sudah berubah.

Selain itu, penting juga untuk memperhatikan batas ketinggian air agar tetap stabil seperti biasanya. Jika berkurang, kalian dapat menambahkan air payau ke dalam kolam.

Sementara disaat melakukan pergantian air, kalian juga bisa sambil menguras kolam tersebut secara bersamaan.

Dengan cara menambahkan air pada sisi yang berseberangan dengan lubang keluar air.

Sehingga dengan begitu air keruh akan berkurang dan terbuang lewat saluran.

8. Menanggulangi Penyakit

EM4

Memang tidak dapat dipungkiri lagi jika budidaya ikan air payau tersebut terserang penyakit atau hama.

Hal tersebut dapat dikarenakan beberapa faktor, terutama dari faktor kualitas air.

Untuk mengatasi penyakit dan juga hama tentu saja kalian harus benar-benar memperhatikan kualitas air dan rutin melakukan pergantian.

Selain itu, dengan pemberian EM4 juga dapat menghambat perkembangan dari mikroorganisme patogen.

Sementara untuk menjaga daya tahan tubuh dari ikan, kalian dapat memberikan vitamin dan prebiotik ikan yang bisa didapatkan di toko perikanan.

9. Panen Ikan

panen ikan

Salah satu keunggulan dari budidaya ikan air payau yaitu masa pemeliharaan yang relatif singkat jika dibanding dengan budidaya ikan air tawar.

Untuk budidaya ikan air tawar biasanya butuh waktu hingga 6 bulan untuk bisa panen, sedangkan untuk air payau hanya butuh waktu sekitar 4 bulan saja.

Panen ikan air payau dapat dilakukan dengan cara menggunakan jaring kantong keruk atau juga dengan cara menguras kolam.

10. Pengolahan Kolam Pasca Panen

membersihkan kolam ikan

Setelah kalian berhasil memanen ikan air payau tersebut, sebaiknya jangan langsung mengisi kolam dengan bibit ikan yang baru.

Karena ditakutkan masih terdapat banyak bibit penyakit patogen di dalam kolam tersebut.

Salah satu cara yang dapat kalian lakukan adalah dengan cara menguras habis kolam dan membersihkan kolam tersebut lalu keringkan kolam paling tidak 7 hari agar bakteri patogen benar-benar mati.

Selain itu bersihkan juga alat pendukung kolam lainnya seperti kincir, filter, anco, dan lainnya.

Setelah kolam kering, semprotkan desinfektan terlebih dahulu atau jika ingin hasil yang maksimal maka ulangi cara nomor 3 agar kolam semakin steril dan siap digunakan kembali.

Tips Budidaya Ikan Air Payau

tips budidaya ikan air payau

Setelah mempelajari tentang cara budidaya ikan air payau, terdapat juga beberapa tips sukses agar hasil panen lebih berkualitas.

  1. Rutin melakukan penggantian air dan juga buat sistem bak dengan endapan agar lebih mudah untuk membuang kotoran pada kolam.
  2. Beri larutan EM4 dan juga probiotik 3 atau 4 minggu sekali setelah pergantian air payau.
  3. Beri pupuk NPK sekitar 1 bulan sekali.
  4. Tambahkan kedalaman air kolam hingga mencapai 160 cm agar kepadatan ikan semakin banyak.
  5. Jika pertumbuhan ikan dirasa lambat, sebaiknya lakukan panen parsial, yaitu dengan cara memanen separuh isi kolam pada usia 3/4 masa panen.
  6. Pilih bibit ikan unggulan.
  7. Pilih pakan dengan nutrisi, protein, dan vitamin yang tinggi.
  8. Jangan asal memasukkan makanan sisa seperti tulang belulang, duri ikan, dan sampah dapur lainnya.
  9. Selalu perhatikan apakah ikan dalam kondisi sehat atau terdapat hama dan juga penyakit.
  10. Sesegera mungkin melakukan pengobatan jika ikan terkena penyakit.

Setelah membaca apa itu ikan air payau, perbedaan air payau dan air tawar, jenis-jenis ikan air payau, mungkin kini kalian akan lebih tertarik untuk memelihara atau bahkan membudidayakan ikan air payau.

Artikel Lainnya
Mungkin kamu juga suka artikel ini.