Anjing Kampung

Share
Comment 0 reply
Anjing Kampung

Anjing kampung adalah anjing mongrel atau anjing lokal atau anjing campuran yang berasal dari beragam jenis anjing dengan ciri khas ras tertentu yang sudah tidak bisa ditelisik lagi jenis aslinya dari mana apa.

Anjing kampung ini kebanyakan dipelihara untuk dijadikan sebagai anjing pekerja seperti:

  • Anjing pemburu
  • Anjing penjaga rumah
  • Anjing  penjaga peternakan maupun kebun.

Jenis anjing kampung ini biasanya dipandang sebelah mata serta diperlakukan tidak pantas hingga ditelantarkan.

Sebetulnya, anjing ini memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh anjing jenis lain. Sehingga mereka tidak membutuhkan perawatan yang istimewa.

Sejarah

jenis anjing kampung

Ras lokal merupakan salah satu jenis ras anjing yang memiliki hubungan dengan hewan serigala serta kelompok dengan ciri warna keabuan.

Untuk dapat melihat perbedaan genetik anjing dengan serigala telah berlangsung antara 40.000 sampai 20.000 tahun yang lalu.

Semakin banyak kalian membaca sejarah mengenai anjing domestik yang telah banyak mengalami perubahan genetik lewat evolusi di zaman lampau, menyimpulkan jika ras anjing satu ini tidak begitu jelek layaknya pada bayangan masyarakat Indonesia selama ini.

Dilansir dari drlawrenceblair.com sebagai seorang pakar antropologi asal negara Inggris yang suka sekali menjelajah berbagai tempat di negara Indonesia.

Pada tahun 1970 an bersama dengan rekannya ia sampai di Bali dan sering sekali menjadi pembicara untuk menerangkan masyarakat mengenai kebudayaan di Indonesia.

Ia juga tidak segan untuk memuji anjing Bali yang banyak sekali dijadikan hewan peliharaan masyarakat setempat sehingga asal usul mereka masih dapat dipertanggungjawabkan sebagai ras murni hingga sekarang.

Kelebihan

anjing kampung pemburu

Berikut ini adalah beberapa kelebihan yang dimiliki anjing kampung, antara lain:

  • Biaya perawatan jauh lebih murah. Mulai dari makanan, kesehatan, dan perawatan lainnya. Harga ras anjing asli-murni jelas akan berbeda ketika si anjing tengah sakit serta membutuhkan tindakan medis untuk penyembuhan penyakitnya.
  • Daya tahan tubuh sangat baik.
  • Kehidupan nenek moyang ras anjing kampung atau domestik di dalam habitat alam liar serta penuh tantangan untuk bersaing dengan hewan yang lain.
  • Cara merawat jauh lebih mudah serta anjing ini tidak rewel.

Jenis

1. Ajak

Ajak

KlasifikasiKeterangan
Rentang fosilPasca Pleistocene
Status konservasiTerancam (IUCN 2.3)

Sedangkan untuk klasifikasi ilmiahnya adalah sebagai berikut:

Klasifikasi ilmiah 
KingdomAnimalia
FilumChordata
KelasMamalia
OrdoKarnivora
FamiliCanidae
SubfamiliCaninae
GenusCuon
SpesiesC. alpinus
Nama binomialCuon alpinus

Ajak atau juga disebut sebagai ajag (Cuon alpinus) merupakan salah satu anjing hutan yang hidup di wilayah Asia, khususnya di kawasan selatan dan timur. Ajak tidak sama dengan hewan serigala.

Ajak adalah anjing asli Indonesia yang tersebar di pulau Sumatra serta Jawa, serta mendiami kawasan pegunungan dan juga hutan.

Ajak ini memiliki postur tubuh yang sedang serta berwarna coklat kemerahan.

Pada sisi bagian bawah dagu, leher, sampai ujung perut memiliki warna putih, sementara pada bagian ekornya tebal berwarna kehitaman.

Ajak pada umumnya hidup secara bergerombol dalam lima sampai dua belas ekor, tergantung pada lingkungannya.

Tetapi, dalam kondisi tertentu, ajak ini bisa hidup soliter atau menyendiri. Seperti yang dijumpai pada Taman Nasional Gunung Leuser serta Taman Nasional Bromo (Pasuruan).

2. New Guinea Singing Dog

New Guinea Singing Dog

New Guinea Singing Dog atau juga disebut sebagai anjing dataran tinggi New Guinea (Canis lupus dingo) merupakan salah satu anjing asli yang berasal dari Dataran Tinggi Guinea, pulau New Guinea.

Anjing tersebut terkenal karena vokalisasi yang sangat unik. Beberapa ahli juga menuturkan jika anjing ini adalah salah satu anjing kampung/ liar, namun ada juga yang tidak setuju.

Sedikit pembahasan mengenai New Guinea Singing Dog ini di alam liar serta hanya terdapat dua foto penampakan liar: yang diambil di tahun 1989 serta dipublikasi oleh seorang ahli mammalogis asal Australia bernama Tim Flannery.

Kemudian ada juga hasil jepretan lain yang diambil di bulan Agustus 2012 oleh seorang pemandu petualangan padang gurun bernama Tom Hewett di kawasan Pegunungan Bintang wilayah Papua Barat.

Kemudian di tahun 2016, New Guinea Highland Wild Dog Foundation mengumumkan terhadap media masal jika Universitas Papua berhasil menjumpai sekaligus memotret kelompok anjing ini yang terdapat lima belas ekor dan disebut sebagai “anjing liar dataran tinggi”.

3. Anjing Tengger

Anjing Tengger (Canis familliaris var tenggerana)

Berikut ini adalah beberapa karakteristik dari anjing tengger, yaitu:

  • Memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi
  • Memiliki postur tubuh yang terlihat gagah
  • Tergolong ke dalam anjing dengan ukuran besar dimana panjang tubuhnya hampir 1 m serta panjang ekornya 30 cm
  • Memiliki bulu atau rambut tebal berwarna cokelat muda serta perpaduan garis – garis coklat tua kehitaman dan panjangnya sekitar 8 – 10 cm.
  • Selalu tampil sebagai pemimpin diantara golongan anjing yang lain.
  • Memiliki garis coklat tua di area leher, dimana hal tersebut adalah karakteristik khas dari anjing tengger.
  • Pemberani.
  • Percaya diri.
  • Fisiknya kuat
  • Anjing jenis ini bisa dijumpai hanya di area Pegunungan Bromo – Jawa Timur (dikenal juga sebagai area pegunungan Tengger)

4. Anjing Kintamani

Anjing Kintamani

KlasifikasiKeterangan
Nama lainBalinese Kintamani, Balinese Mountain Dog, Balinese Dog, Bali-Berghund, Kinta
WarnaPutih (umum)
Warna lainHitam, Krem, and Bergaris

Anjing Kintamani merupakan salah satu ras anjing yang berasal dari daerah pegunungan Kintamani, pulau Bali. Anjing ini mempunyai sifat pemberani, waspada, tangkas, serta tingkat kecurigaan yang cukup tinggi.

Anjing satu ini sudah lama mulai dikembangbiakkan sehingga diakui oleh dunia internasional.

Ciri Ciri

1. Bentuk kepala

  • Kepala di bagian atas lebar dengan dahi serta pipi datar.
  • Moncong proporsional serta kuat kepada ukuran bentuk kepala.
  • Rahang kuat serta kompak.
  • Gigi kuat dengan gerakan gigi menyerupai menggunting.
  • Bibir berwarna hitam maupun coklat tua.
  • Telinganya tebal, kuat, berdiri menyerupai bentuk huruf “V” terbalik dengan ujung sedikit membulat.
  • Jarak kedua telinga lumayan lebar, panjang telinga kurang lebih sama.

2. Mata

  • Mata bentuknya lonjong menyerupai buah almond.
  • Bola mata berwarna coklat gelap.
  • Bulu mata berwarna putih.

3. Hidung

  • Hidung memiliki warna hitam maupun coklat tua
  • Warna hidung ini sering berubah sebab adanya penambahan umur serta perubahan musim.

4. Leher & tubuh ke bawah

  • Lehernya terlihat anggun serta panjang sedang, kuat dengan otot yang kuat.
  • Dada dalam serta lebar
  • Punggung datar, panjang sedang lengkap dengan otot yang baik.
  • Badan anjing betina cenderung lebih panjang dibandingkan dengan anjing jantan.
  • Anjing Kintamani (Bali) mempunyai rambut krah (badong) panjang menyerupai kipas di daerah gumba, semakin panjang rambut badong maka semakin baik.

5. Kaki

  • Kaki lumayan  panjang.
  • Kuat serta lurus apabila dilihat dari sisi depan maupun belakang.
  • Tumit tanpa tajir.
  • Gerakan kaki ringan.

6. Ekor

  • Rambut yang bersurai
  • Posisi tegak membentuk sudut 45 derajat atau terlihat agak melengkung namun tak jatuh atau melingkar di area atas pinggang maupun jatuh ke samping.
  • Semakin panjang pada rambut ekor akan semakin bagus.

7. Tinggi dan bentuk badan

  • Jantan: 45 cm hingga 55 cm.
  • Betina: 40 cm hingga 45 cm.
  • Warna rambut dominasi putih dengan spesifik (sedikit kemerahan) serta warna merah kecoklatan (krem) di ujung telinga, ekor serta rambut pada bagian belakang paha.
  • Warna lain: hitam mulus serta cokelat di moncong berwarna hitam (bangbungkem), pigmentasi kulit, bibir kelopak mata, hidung, anus, skrotum, serta telapak kaki berwarna hitam maupun cokelat gelap.

8. Warna Rambut

Warna rambut Anjing Kintamani bisa dikategorikan menjadi 4 macam, antara lain:

  • Warna rambut putih sedikit kemerahan serta dengan adanya perpaduan warna coklat-kemerahan di bagian telinga, rambut di sisi belakang paha serta ujung ekornya.
  • Warna hitam mulus dan dada berwarna putih sedikit.
  • Warna coklat muda maupun coklat tua serta ujung moncong berwarna kehitaman, sering disebut oleh masyarakat setempat sebagai warna Bang-bungkem.
  • Warna dasar coklat maupun coklat muda lengkap adanya garis-garis berwarna kehitaman, yang oleh masyarakat setempat disebut sebagai warna poleng atau anggrek.
Baca juga: Anjing Penjaga

Cara Melatih

cara melatih anjing kampung

Berikut ini adalah beberapa point penting melatih anjing kampung supaya mudah untuk dilatih, antara lain:

  • Rutin dalam memberi makan
  • Memberikan perhatian
  • Memberikan pelatihan
  • Memberikan tempat
  • Ajak jalan – jalan
  • Memberikan makanan tambahan
  • Merawat dengan baik

Cara Merawat

cara merawat anjing kampung

Merawat anjing kampung cukup mudah, tidak seribet dengan jenis ras anjing yang lain.

Bahkan dilihat dari segi makanan, anjing satu ini dapat makan apa saja termasuk di dalamnya adalah makanan sisa kalian.

Sebagai contoh: kalian dapat memberinya nasi lengkap dengan sayur serta tulang ayam. Tetapi, apabila kalian ingin memberinya makanan khusus anjing itu juga akan lebih bagus, asalkan tetap di campur dengan menggunakan nasi.

Meskipun anjing ini memiliki bulu yang tipis, namun ketika kalian memelihara anjing ini juga harus memperhatikan keadaan bulunya serta rajin untuk membersihkan bulu dengan cara menyikat bulunya.

Apabila kalian melakukan perawatan tersebut secara rutin, maka bulunya akan nampak indah dan bersih. Jangan lupa untuk membersihkan di area wajah mulai dari mata, mulut, hidung, dan juga telinga.

Memotong kuku juga penting untuk dilakukan. Dan tak lupa memandikan anjing setiap dua kali seminggu, atau pada saat si anjing tengah kotor. Serta setelah mandi pastikan jika si anjing benar – benar sudah kering.

Cara Menggemukan

dog food

Berikut ini beberapa point penting yang harus kalian perhatikan ketika hendak menggemukan anjing kampung, antara lain:

  • Memberikan jadwal makan yang baru
  • Memberikan camilan atau makanan kecil
  • Memberikan makanan yang tinggi dengan kandungan lemak dan protein
  • Memberikan labu dan ubi jalar
  • Memberikan selai kacang
  • Memberikan banyak latihan
  • Memberikan makanan lebih sering
  • Mengurangi stress si anjing
  • Memberikan Dandelion
  • Pilih makanan anjing dengan kualitas premium
  • Menambahkan air ke dalam piring makan
  • Menambahkan kaldu
  • Menambahkan telur rebus
  • Memberikan pisang
  • Memberikan hati

Harga Anjing Kampung

harga anjing kampung

Harga jual untuk anjing kampung berkisar diantara Rp200.000 hingga Rp500.000/ ekor.

Serta ada juga anjing kampung yang dijual dengan harga Rp2.000.000/ ekor yang merupakan harga tertinggi untuk anjing kampung.

Harga jual yang mahal itu pada umumnya si anjing akan akan dijadikan sebagai hewan pemburu.

Namun, apabila anjing pedaging biasanya harga akan ditentukan berdasarkan berat, ukuran, dan juga warna bulu. Anjing dengan warna daging hitam memiliki harga yang mahal dibandingkan dengan anjing kampung yang lain.

Hal tersebut disebabkan daging anjing yang berwarna hitam berasa lebih manis dan enak. Serta untuk anjing pedaging yang muda juga akan jauh lebih mahal sebab memiliki tekstur yang lebih lembut.

Pertanyaan Umum

Jenis anjing kampung?

Beberapa jenis anjing kampung yaitu Ajak, New Guinea Singing Dog, Anjing Tengger, Anjing Kintamani

Harga anjing kampung?

Harga jual untuk anjing kampung berkisar diantara Rp200.000 hingga Rp500.000/ ekor. Rekornya yaitu Rp2.000.000/ ekor.

Ciri-ciri anjing kampung?

Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri anjing kampung yang bagus untuk dipelihara yaitu bentuk telinga tegak ke atas dan berjalan didepan pemiliknya.

Artikel Lainnya
Mungkin kamu juga suka artikel ini.